Tren Cottagecore sebagai Panduan Menjaga Keseimbangan Hidup

Irene Prihatiningsih   11 May 2022 | 10:14
Review Peraturan / Tren Cottagecore sebagai Panduan Menjaga Keseimbangan Hidup
...
Sumber gambar: bfmtv.com

Siapa sih yang tidak tertarik dengan fashion? Setiap tahun kita merasakan bertambahnya opsi fashion; pada akhir 90-an sampai pertengahan 2000-an kita menyaksikan  populernya style Emo, pada awal 2010-an kita diperkenalkan dengan style Hipster, dan disusul dengan VSCO style, E-Girl/Boy style, dan Soft Girl/Boy style. Pada era pandemi beberapa tahun ini, giliran tren Cottagecore mencapai puncak kepopulerannya.

Fashion Cottagecore identik dengan gaun vintage ala pedesaan berikut dengan aksesorisnya, namun Cottagecore bukan hanya sekedar fashion, ini merupakan dobrakan dalam gaya hidup yang mengusung nuansa rural di daerah Eropa dan UK. Tren ini meliputi cara berpakaian, musik, hobi, dekor ruangan, dan aktivitas pedesaan lainnya. 

Menurut Katherine Saxon dalam Thevou, “Cottagecore (also known as Farmcore and Countrycore) is a social media movement fostering the idea of living a simple rural lifestyle” (Saxon, 2021). Saxon menjelaskan jika Cottagecore (atau yang dikenal dengan Farmcore dan Countrycore) adalah gerakan gaya hidup pedesaan yang sederhana di media sosial. Jika ingin lebih mudah memahami Cottagecore, apakah kalian sering menonton konten YouTube Liziqi, nah sekarang bayangkan konten dengan tipe yang sama, namun dengan nuansa Eropa lama, mulai dengan baju dan bangunan.  

Cottagecore sendiri muncul di media sosial pertama kali di Tumblr dan Instagram pada 2017, namun keberadaannya masih tersaingi oleh tren lain, hingga akhirnya dikenal secara luas  dengan adanya aplikasi TikTok pada akhir 2019 bersamaan dengan pandemi. Munculnya pandemi menyediakan kondisi yang sempurna bagi Cottagecore untuk naik panggung. Covid-19 memaksa kita untuk keluar dari hiruk-pikuk kantor dan perkotaan, di saat ini lah banyak dari kita yang mencari alternatif gaya hidup atau sekedar cara untuk menikmati kehidupan selama lockdown, dan Cottagecore menyediakan fasilitas itu kepada kita. Di Indonesia sendiri Cottagecore baru trending pada awal 2022, itupun masih dalam bentuk fashion busana dan belum menjadi lifestyle.

Tren ini menyediakan aktivitas pedesaan bagi kita antara lain berkebun, merawat binatang, membuat kue, memasak, hingga kerajinan tangan, dan semua itu tanpa adanya atasan atau bos, kitalah yang menjadi bos kita sendiri, “There is no labor beyond the requirements of a domestic village lifestyle. Just the daily, simple tasks of rural life, completed with a sense of fulfillment.”(Saxon, 2021).

Saxon menjelaskan jika dalam Cottagecore, tidak ada bekerja melebihi batas dalam kehidupan domestik di desa, yang ada hanya kehidupan pedesaan yang sederhana. Secara tidak langsung, Cottagecore juga menolah budaya workaholic atau hustle culture yang sering mengakibatkan burnout dan letih mental. 

Dikutip dari The Take, ketika seseorang mengalami burnout maka otomatis keproduktivitasannya menurun, Cottagecore lifestyle memberikan waktu bagi pengikutnya untuk merawat diri dan relax dari tekanan, yang notabene akan meningkatkan produktivitas.

Tak hanya itu, meskipun dalam praktiknya Cottagecore sangat fokus kehidupan tradisional di pedesaan, Cottagecore tidak menolak adanya teknologi modern. Justru teknologi ini menjadi media pendukung bagi pengikut lifestyle ini untuk membagikan pengalamannya. Tak cukup dengan media sosial, Cottagecore juga merambah ke Game. Banyak game bernuansa Cottagecore yang dapat dengan mudah diakses. Itu karena Cottagecore memiliki tujuan utama untuk mengembalikan keseimbangan dengan alam, dalam hal ini harmoni teknologi modern dengan lingkungan. 

Cottagecore juga mengingatkan kita untuk menjaga keseimbangan hidup; antara pekerjaan dan merawat diri sendiri.

“Cottagecore embodies the idea of a sustainable lifestyle, in harmony with nature.” (Ramona Jones).



Bagikan:  
Komentar
0 Komentar