Menjaga Waras dengan Kesejahteraan Emosional

Roma Prisilia   20 May 2022 | 11:34
Review Peraturan / Menjaga Waras dengan Kesejahteraan Emosional
...
Sumber gambar: Freepik.com

Masyarakat Indonesia perlahan mulai sadar akan pentingnya kesehatan mental. Saat ini banyak platform yang membicarakan kesehatan mental secara ringan dan istilah-isltilah kesehatan mental juga banyak ditemukan dalam bahasa keseharian. Walaupun tidak sedikit pula yang abi akan kesehatan mental. 

Sama seperti kesehatan mental, ada istilah yang tidak kalah penting untuk diketahui yaitu kesejahteraan emosional. Kesejahteraan emosional atau emotional well-being adalah kesadaran, pemahaman, penerimaan perasaan dan kemampuan untuk menghasilkan emosi. Tidak hanya itu, kesejahteraan mental juga mengarahkan kita agar dapat mengendalikan suasana hati, pikiran, perasaan positif, serta kemampuan untuk beradaptasi ketika dihadapkan dengan kesulitan.

Kesejahteraan emosional memungkinkan kita untuk fokus pada hal positif dan mengelola emosi dari perasaan negatif yang mungkin kita miliki dalam situasi tertentu. Dengan meningkatkan kesadaran emosi, maka kita dapat memperoleh kembali rasa kendali emosi tersebut.

Banyak faktor yang dapat memengaruhi kesejahteraan emosional kita seperti, tantangan dalam dunia pendidikan, pekerjaan, relationship, penurunan kesehatan, dan lain-lain.

Lalu, mengapa kesejahteraan emosional adalah hal yang penting? Menurut National Institutes of Health (NIH), hal ini menjadi penting karena dapat memengaruhi bagaimana kita melakukan keseharian kita, mempengaruhi seberapa baik dan mampu kita dalam merespon dan menangani situasi yang penuh tekanan dan tantangan.

Tanda-tanda ketika seseorang mengalami kesulitan dengan kesejahteraan emosionalnya yaitu, merasa sedih dan putus asa terus menerus, merasa mudah tersinggung, mudah menangis atau marah, menarik diri secara sosial, kehilangan minat pada aktivitas yang ia senangi.

Selanjutnya tanda-tanda juga dapat dilihat dari perubahan pola makan atau tidur, kelelahan atau kekurangan energi, sulit berkonsentrasi, mengabaikan perawatan diri, kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari, perubahan suasana hati, hingga memiliki pikiran tentang kematian atau bunuh diri.

Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk meningkatan kesejahteraan emosional kita? Ada enam strategi yang bisa kita lakukan menurut National Institutes of Health (NIH).

Pertama, kembangkan mindset yang positif dengan cara mengingat perbuatan baik yang kita lakukan untuk orang lain, memaafkan kesalahan diri sendiri, belajar untuk bersyukur, kenali diri lebih dalam tentang makna dan tujuan hidup, pelajari skil baru. Kedua, kurangi stres dengan cara rutin berolahraga, bentuk daftar prioritas, fokus apa yang telah dicapai, dan cari bantuan ke profesional jika merasa tidak mampu.

Ketiga, “Be Mindful” atau berhati-hati dengan cara latihan pernapasan, melatih untuk mindful eating atau makan dengan kesadaran penuh, cari bantuan seperti kelas online untuk melatih mindfulness.

Keempat, tidur yang cukup dan berkualitas dengan cara tidur dan  di waktu yang sama setiap harinya, tidur dalam gelap, tenang, dan nyaman, batasi penggunaan gawai sebelum tidur, bersantai sebelum tidur, hindari makan, rokok dan kafein sebelum tidur, konsultasikan dengan profesional jika memiliki kesulitan tidur yang berkelanjutan.

Kelima, bangun support system yang sehat dengan cara aktif membagikan kebiasaan yang baik dengan teman dan keluarga, ikut dalam perkumpulan hobi yang dimiliki, menjadi sukarelawan di komunitas, sekolah, atau tempat ibadah, explore tempat baru dan bertemu orang baru.

Keenam, menghadapi rasa kehilangan dengan, mengurus dan jaga diri kembali, masuk dalam kelompok suport untuk kedukaan, beri waktu dalam membuat keputusan besar, pertimbangkan untuk cari bantuan profesional.

Tentu saja, setiap perubahan langkah d iatas mungkin tidak terlihat signifikan, namun ketika semua digabungkan, kita akan melihat peningkatan yang besar dalam diri kita. 

“Watch your thoughts; they become words. Watch your words; they become actions. Watch your actions; they become habits. Watch your habits; they become character. Watch your character; it becomes your destiny.” - Lao Tzu



Bagikan:  
Komentar
0 Komentar