Evaluasi Silaturahmi Pasca Lebaran: Basa-Basi yang Basi

Nadiyah Gadianne   09 May 2022 | 11:20
Review Peraturan / Evaluasi Silaturahmi Pasca Lebaran: Basa-Basi yang Basi
...
Sumber gambar: pixabay.com

Dalam momen berkumpulnya keluarga, seperti saat Lebaran yang baru saja minggu lalu terjadi, tidak jauh-jauh dari pertanyaan “Kamu gemukan, ya?”, “Kapan lulus?” atau pun “Kapan dapat kerja?”. Tidak lupa puluhan pertanyaan lainnya yang seringkali dianggap gen Z sebagai pertanyaan mengganggu hingga hanya ingin tahu untuk bahan gosip.

Pertanyaan basa-basi yang dianggap basi oleh gen Z juga terkadang menjadi salah satu penyebab rasa insecure. Seperti pertanyaan “Kamu sekarang gemukan, ya?” terkadang menjadi asal dari munculnya rasa ingin diet karena rasa tidak percaya diri. 

Apalagi jika yang mengatakan adalah seseorang yang lebih tua, yang sebenarnya tidak terlalu kenal karena jarang bertemu. Terkadang pendapat orang lain lebih menguasai pemikiran daripada pikiran untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

Tidak jarang, melihat orang terdekat saya sengaja menghindari makanan berat saat mendekati lebaran atau hari besar lainnya. Baik dengan berdiet atau memang sengaja tidak makan apapun. Tujuannya untuk berat badan terjaga, atau kasarnya tidak terlihat gendut. 

Saya tidak masalah jika ia enjoy dengan apa yang dilakukan, yang bermasalah bagi saya ketika ia mengeluh. Baik itu mengeluh kelaparan atau bahkan mengeluh jika ia menderita dengan semua ini (demi pendapat orang lain yang 5 menit bertemu dengannya).

Beberapa hari terakhir berkali-kali menjadi trending topic di Twitter mengenai hal-hal yang tidak disukai saat lebaran, dan tidak sedikit ditemui jawaban mengenai celetukan basa-basi yang dilontarkan saudara. Saya sendiri tidak terlalu nyaman jika langsung ditodong dengan celetukan basa-basi berkedok mengomentari fisik saya. Saya yakin juga tidak ada yang suka dikomentari fisiknya, terutama saat momen bahagia seperti lebaran.

Banyak topik ringan yang sebenarnya bisa menjadi bahan basa-basi daripada topik mengenai penampilan fisik yang biasanya ditemui. Seperti hobi, tempat yang sering dikunjungi, atau pun juga minat apa yang sedang dikembangkan. Basa-basi tidak selalu harus basi, hingga membuat rasa insecure semakin membuncah.

Meskipun momen berkumpul keluarga seringkali dianggap sebagai momen dimana kesabaran dan kesehatan mental akan diuji karena komentar-komentar tante, om, pakde, dan bude. Momen-momen seperti itu juga bisa menjadi momen yang menyenangkan.



Bagikan:  
Komentar
0 Komentar