Benteng Pendem, Peninggalan Sejarah yang Terbengkalai

Nasirudin Al Mustofa   17 May 2022 | 11:26
Trivia / Benteng Pendem, Peninggalan Sejarah yang Terbengkalai
...
Sumber gambar: Nasirudin Al Mustofa

Kota Ambarawa selain terkenal dengan waduk Rawa Peningnya ternyata juga terkenal sejarah peristiwa penjajahan kolonial Belanda. Salah satu bukti sejarah tersebut adalah adanya benteng Fort William I atau disebut dengan benteng Pendem. Benteng yang berada dekat dari museum kereta Api Ambarawa ini dibangun pada tahun 1834 dan selesai pada tahun 1845.

Nama “pendem” karena lokasi benteng berada di pertengahan sawah dan sebagian bangunannya tertutupi oleh tanah serta semak belukar. Sehingga dari jalan utama benteng ini seakan-akan tidak terlihat oleh mata. Lokasi benteng ini berada di desa Bugisari, Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah.

Benteng ini dibangun sebagai tempat penyimpanan logistik perang, barak militer, dan penjara para tawanan. Namun, seiring berjalan waktu benteng ini kerap beralih fungsi. Hingga akhirnya pada tahun 2003 sampai sekarang sebagian benteng tersebut difungsikan sebagai lapas kelas II dan barak militer tentara Indonesia. Selain itu, benteng ini juga telah menjadi wisata sejarah yang syarat akan misteri.

Saat ini, benteng Pendem telah termakan usia. Kondisi bangunan yang kurang terawat membuat benteng ini terbengkalai. Terlebih belum adanya petunjuk jalan yang jelas membuat para pengunjung kesulitan menemukan pintu masuk benteng ini.

Berwisata di benteng ini tidak disarankan untuk naik ke lantai dua. Karena disebagian titik bangunan telah mengalami kerusakan yang membuat pengunjung hati-hati. Jalan yang masih beralaskan tanah membuat area benteng ini juga sedikit kurang nyaman saat musim hujan. 

Meski demikian, benteng Pendem ini justru menawarkan bangunan dengan desain arsitektur khas Belanda. Pengunjung dapat merasakan bagaimana suasana benteng saat tempo dulu. Serta juga dapat melihat langsung napak tilas penjajahan Belanda terhadap masyarakat Indonesia. Tempat ini juga sangat cocok untuk berfoto bersama teman atau keluarga dengan latarbelakang bagunan khas Belanda.

Adapun saat ini benteng Pendem masih dikelola oleh masyarakat sekitar. Tiket masuknya pun cukup murah, yakni Rp5.000 saja. Parkir motor sebesar Rp2.000 dan untuk mobil Rp4.000.

Pemerintah setempat sebaiknya memberikan perhatian lebih terhadap benteng Pendem ini. Karena selain dapat menjadi lokasi pariwisata sejarah, benteng ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Terlebih animo pengunjung terhadap benteng ini masih tinggi.



Bagikan:  
Komentar
0 Komentar