Babak Final: Apa Itu Berjuang?

Dwi Yuniarkasih   31 May 2022 | 10:44
Rekomendasi Buku/Film / Babak Final: Apa Itu Berjuang?
...
Sumber gambar: Viddsee

Pernah mendengar kasus atlet yang dipaksa kalah karena mempunyai lawan anak pejabat atau tuan rumah?

Pertanyaan tersebut mengantarkan ingatan saya pada berita cnnindonesia.com pekan lalu, dimana peraih medali perak jalan cepat SEA Games 2021 Hendro Yap dicurangi saat tampil di jalan raya Hanoi. Hendro kecewa bukan hanya karena gagal mempertahankan medali SEA Games 2019 Filipina, tetapi karena tindakan tidak terpuji tuan rumah. 

Kompetisi yang penuh drama seperti di atas, layaknya seperti film pedek berjudul “The Final Round” yang disutradarai oleh Dhisga Amandatya. Film ini menceritakan pertandingan final kompetisi Tarung Derajat, yakni Dimas sebagai atlet petinju yang dihadapkan dengan dua pilihan sulit dimana ia harus memilih antara kalah demi mimpinya atau menang demi cintanya. 

Cerita bermula pada pagi mendung yang menemani latihan Dimas yang bergairah. Sampai akhirnya latihan terhenti, mendengar kayuh sepeda dari seorang gadis di ujung persimpangan yang ternyata kekasihnya. Pertemuan singkat itu, diawali dengan sebuah perdebatan dimana sang kekasih (Dewi) memutuskan untuk menjadi seorang asisten rumah tangga/ART akibat adanya cedera yang menghempas cita-cita (atlet petinju putri) ia untuk bertanding di Tokyo. Sedangkan Dimas justru memiliki cita-cita sebagai seorang perwira. 

Singkat cerita, Dimas melakoni pertandingan tinju. Bimbang sudah harapan Dimas ketika para petinggi desa menyodorkan sejumlah uang. Kesepakatannnya jelas, dimas dipaksa mengalah dalam pertandingan itu dan membuat anak atasan pemerintah di kantornya memiliki prestasi dan menjadi kebanggan ayahnya. Kelanjutan akhir yang mengagumkan ini dapat disaksikan di channel Viddsee.

Film berdurasi 17 menit ini dikemas apik dalam drama mini bergenre romance yang juga mengulas pandangan masyarakat terhadap ART serta pria berseragam. Karya yang dianugerahi juara dua dalam ACFFest 2020 Movie Award Category Short Movie ini mengikuti sepasang muda-mudi yang sejatinya hanya ingin hidup bahagia dan sederhana. Tetapi tekanan sosial dari masyarakat serta ancaman dari oknum yang serakah menjadikan hubungan mereka terasa lebih kompleks. 

Tak hanya berhasil menyajikan kisah cinta yang membumi, tetapi juga melontarkan beragam isu yang umum dijumpai di sekitar kita. Dari perkara merendahkan profesi ART/PRT, mengagungkan pria berseragam hingga urusan sogok menyogok.

Hal tersebut memberi nilai bagi penonton bahwa setiap orang tidak semestinya diukur dari suatu stereotip. Sebagai penonton yang berakal sudah seharusnya kita menyadari bahwa setia orang memiliki tantangan hidupnya masing-masing dengan solusi tersendiri. Dari Dimas, Dewi dan Hendro Yap kita belajar bahwa apa yang menurut Anda bukan masalah, bisa jadi masalah besar bagi orang lain begitupun sebaliknya. Apa yang menurut Anda bukanlah perjuangan, bisa jadi bermakna upaya besar bagi orang lain.



Bagikan:  
Komentar
0 Komentar