A Day: Semua Cinta Memiliki Akhir

Dwi Yuniarkasih   19 May 2022 | 12:25
Rekomendasi Buku/Film / A Day: Semua Cinta Memiliki Akhir
...
Sumber gambar: Twitter

A Day karya Dongwook Kim, merupakan film pendek Korea Selatan yang rilis di tahun 2016. Film Pendek dengan durasi 15 menit ini menceritakan sepinya masa tua dan rindunya orangtua untuk quality time bersama anaknya. Drama mini yang mengusung topik keluarga dan harapan ini bisa disaksikan melalui saluran Viddsee Shortee, Minicinema, dan Vidsee Picks.

Di awali dengan pagi yang cerah, Sangjun (Meyong Gye Nam) terbangun dan mulai duduk di tempat tidur. Hari itu, ia tidak menyantap obat sebagai penunjang kesehatannya melainkan ia hanya minum air agar terlihat bahwa tubuhnya baik-baik saja. Dilanjut dengan kebiasaan merokok, Sangjun hanya mengisap satu puntung di balkon sembari berpikir untuk perayaan hari spesial bersama anaknya. 

Ia begitu bersemangat mempersiapkan segalanya, dimulai dari menulis makanan kesukaan putra dan putrinya, berbelanja, belajar memasak dengan peralatan seadanya hingga ia lupa untuk mengklik tombol penanak nasi. 

Malam hari pun tiba, seluruh persiapan yang ia sediakan mulai lengkap. Dengan ragu, ia mencoba menghubungi kedua anaknya. Semua rencanara tidak sesuai harapan, mereka justru saling melempar ajakan ayahnya dan lebih memilih bersenang-senang dengan teman dan pekerjaannya. Padahal hari itu, ayahnya menukar shift kerja dan lembur untuk mereka.

Film pendek ini sangat baik secara visual. Walaupun hanya mengandalkan satu aktor, satu lokasi dan minim dialog tetapi film ini sukses membuat penonton patah hati. Sedih sekali melihat sang ayah yang tadinya gembira menyambut ulang tahunnya terpaksa menelan kekecewaan ketika kedua anaknya tidak menemuinya bahkan tak memberi ucapan selamat.

Cerita ini berkaitan erat dengan kehidupan, bahwa nyatanya kebahagian kedua orangtua kita sangat sederhana yaitu mengenai “waktu”. Melihat cuplikan tersebut pada dasarnya ayah memang sosok yang begitu keras dalam menjalani peran dalam keluarga namun ia juga sosok yang selalu ingat dengan moment kecil yang anaknya suka. 

Film ini pun mengajarkan pada penonton terutama anak, untuk selalu mensyukuri, menjaga dan menyayangi kedua orangtua kita selagi ada. Jangan menyesali tatkala sudah kehilangan mereka. Karena yang mereka butuhkan tidak melulu mengenai materi namun dengan perhatian sekecil apapun hanya bertanya seputar kabar saja dimata beliau itu sangat berarti.

Tentunya, dengan pengemasan tersebut A Day mendapat penghargaan diantaranya: Baghdad Film Festival (Iraq) sebagai Best Short Film dan Naoussa International Film Festival (Greece), Global Competition.



Bagikan:  
Komentar
0 Komentar